Bercermin

Siapa yang tidak memiliki cermin dalam hidupnya? Minimal “orang” itu menggunakan cermin spion bahkan kaca jendela mobil orang lain untuk bercermin. Hati-hati, jendelanya tiba-tiba terbuka. Eng ing eeeeenggg, malu di kemudian. hahaha. Menurut saudara, apakah bercermin pada dasarnya adalah sebuah bentuk kenarsisan? Jika saya berpendapat, saya jawab Tidak.

“Sesungguhnya Allah itu indah, mencintai keindahan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan membenci manusia” (HR. Muslim)

Bercermin itu pada dasarnya adalah bentuk ibadah, kok kenapa bentuk ibadah? Karena bercermin itu untuk mempersiapkan keindahan kita untuk dipersembahkan kepada Allah SWT. Allah kan cinta, yang namanya cinta pasti senang jika Allah dipersembahkan sesuatu dengan apa yang Dia Cinta. Apa kita tidak ingin membuat Allah senang kepada kita? Maka kita bercermin, kemudian dandan yang rapih, sisir rambut yang basah karena wudhu, dan tampilkan senyum yang manis setiap mau shalat. Untuk Shalat Shubuh dan QL pasti susah nih, boro-boro senyum, habis wudhu muka masih kelihatan bengep, apalagi kepalanya botak, seperti Tuyul habis kecebur kolam. Hahahaha. Persiapan keindahan.

Continue Reading

Expsure Triangle

Sebagai rasa wujud syukur setelah status saya sudah lulus dari program S1 (Single) yang ditandai dengan keberadaan DESI di samping saya. Maka saya mau berbagi pengetahuan dasar tentang fotografi, hobi yang sudah saya cita-citakan semenjak pertama kali memegang Kamera SLR analog. Btw, tahu kan siapa DESI… kalo belum tahu berarti anda gak gaul. Saya kecewa. Jika anda mau bertanya, tanyakan saja pada langit yang bergoyang.

Sebelumnya mohon maaf atas kejanggalan yang terjadi dalam tulisan ini, karena tulisan ini dibuat paska tragedi “rekam jejak yang hilang”. #galaauuu Continue Reading

Riau: Sempit atau Luas??

Caution: 21+

Sudut pandang pengarang:  bukan orang pertama hanya pengamat dan saksi cerita (bingung dah!!)

halooooooHalo Sobat Medina!! (pasang dua jempol disamping badan). Saya Zarwin Sabar, akan menceritakan kisah perjalanan di kabupaten Indragiri Hulu.

Indaragiri Hulu, adalah kota yang saya kunjungi bersama rekan baru yang baru pertama kali keluar dari sarangnya (P. Jawa) dengan pesawat Singa Air 337.  Alhamdulillah penerbangan pesawat lancar dan nyaman. Tidak seperti perjalanan taksi yang berisik dengan bunyi alarm kecepatan maksimal, sehingga sulit tidur, boro-boro tidur narik nafas saja susah. Hanya kurang dari 30 menit Cibubur-SoeHa dicapai (aku rekan saya itu).

Hari Pertama,

Dan kami tiba di Pekan Baru sekitar 1,5 jam kemudian dan dilanjutkan dengan perjalanan darat 6 jam menuju Kabupaten Indragiri Hulu (W.O.W). Continue Reading

The Truly Heroes

Continue Reading

Surat untuk Sahabat

pertemuan memang bukanlah segalanya…

tapi perhatianmu sungguh menghiasi dunia saya…

isyarat bunga-bunga di pelaminan…