Siapa yang tidak memiliki cermin dalam hidupnya? Minimal “orang” itu menggunakan cermin spion bahkan kaca jendela mobil orang lain untuk bercermin. Hati-hati, jendelanya tiba-tiba terbuka. Eng ing eeeeenggg, malu di kemudian. hahaha. Menurut saudara, apakah bercermin pada dasarnya adalah sebuah bentuk kenarsisan? Jika saya berpendapat, saya jawab Tidak.
“Sesungguhnya Allah itu indah, mencintai keindahan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan membenci manusia” (HR. Muslim)
Bercermin itu pada dasarnya adalah bentuk ibadah, kok kenapa bentuk ibadah? Karena bercermin itu untuk mempersiapkan keindahan kita untuk dipersembahkan kepada Allah SWT. Allah kan cinta, yang namanya cinta pasti senang jika Allah dipersembahkan sesuatu dengan apa yang Dia Cinta. Apa kita tidak ingin membuat Allah senang kepada kita? Maka kita bercermin, kemudian dandan yang rapih, sisir rambut yang basah karena wudhu, dan tampilkan senyum yang manis setiap mau shalat. Untuk Shalat Shubuh dan QL pasti susah nih, boro-boro senyum, habis wudhu muka masih kelihatan bengep, apalagi kepalanya botak, seperti Tuyul habis kecebur kolam. Hahahaha. Persiapan keindahan.



